www.mediautamagroup.com.ǁSampang,22 September 2026-Upaya mendorong masyarakat agar semakin mengenal, menyukai, dan membiasakan konsumsi ikan kembali mendapat perhatian melalui kegiatan sosialisasi Gerakan Memasyarakatkan Makan Ikan (Gemarikan) yang digelar di Kabupaten Sampang, Madura, Jawa Timur, pada 22 September 2026.
Kegiatan yang diselenggarakan oleh Dinas Perikanan Kabupaten Sampang tersebut berlangsung di kawasan Jalan Mangkubumi, Kelurahan Polagan, Kecamatan Sampang, Kabupaten Sampang, tepatnya di kawasan Desa Madegan, kompleks Makam Ratoh Ebuh. Kegiatan dikemas dengan pendekatan edukatif dan praktis sehingga masyarakat tidak hanya memperoleh informasi mengenai pentingnya konsumsi ikan, tetapi juga mendapatkan gambaran secara langsung mengenai cara mengolah ikan menjadi hidangan yang menarik dan menggugah selera.
Salah satu agenda yang menjadi perhatian peserta adalah demo memasak bersama Chef Ruli Cahyadi. Kehadiran chef dalam kegiatan tersebut memberikan warna tersendiri karena pesan mengenai konsumsi ikan disampaikan tidak hanya melalui sosialisasi, tetapi juga melalui praktik pengolahan makanan yang dapat diterapkan masyarakat dalam kehidupan sehari-hari.
Dalam kegiatan tersebut, CV Media Utama Group, perusahaan yang bergerak di bidang produksi dan pengolahan garam yang beralamat di Dusun Gubbu Barat, Desa Ragung, Kecamatan Pangarengan, Kabupaten Sampang, Madura, turut mengambil peran melalui produk Garam Konsumsi Beryodium Cap Garam Makan, yang diperkenalkan sebagai salah satu produk garam konsumsi produksi lokal Madura.
Perwakilan CV Media Utama Group, Mohammad Ishak, hadir dalam rangka mendukung kegiatan tersebut sekaligus memperkenalkan keterkaitan antara produk pangan lokal dengan aktivitas kuliner dan konsumsi masyarakat.
Gerakan Memasyarakatkan Makan Ikan atau Gemarikan merupakan bagian dari upaya pemerintah untuk membangun kesadaran masyarakat mengenai pentingnya konsumsi ikan sebagai salah satu sumber protein hewani. Kementerian Kelautan dan Perikanan menjelaskan bahwa Gemarikan diarahkan untuk meningkatkan kesadaran gizi individu dan kolektif masyarakat serta mendorong konsumsi ikan secara lebih luas.

Karena itu, sosialisasi di tingkat daerah memiliki peranan penting. Edukasi mengenai ikan tidak cukup hanya dilakukan melalui penyampaian informasi, tetapi juga perlu diterjemahkan ke dalam bentuk kegiatan yang dekat dengan kehidupan masyarakat.
Demo memasak menjadi salah satu cara untuk menjembatani edukasi tersebut. Masyarakat dapat melihat secara langsung bagaimana bahan pangan perikanan dapat diolah menjadi menu yang menarik, praktis, dan memiliki nilai tambah.
Kehadiran Chef Ruli Cahyadi dalam kegiatan di Sampang memberikan pendekatan kuliner yang lebih mudah diterima masyarakat. Teknik pengolahan, pemilihan bahan, proses memasak, hingga penyajian dapat menjadi bagian dari edukasi bahwa ikan dapat diolah menjadi beragam menu sesuai dengan kebutuhan dan selera keluarga.
Pendekatan seperti ini juga sejalan dengan arah Gemarikan yang tidak hanya mendorong masyarakat untuk mengonsumsi ikan, tetapi juga membangun budaya makan ikan yang lebih kreatif dan sesuai dengan perkembangan pola konsumsi masyarakat.
Pesan utama dalam kegiatan Gemarikan di Sampang tidak berhenti pada ajakan untuk makan ikan. Masyarakat juga diperkenalkan pada bagaimana bahan pangan tersebut dapat diolah menjadi hidangan yang lebih menarik.
Melalui demo masak, peserta dapat melihat bahwa pengolahan ikan dapat dilakukan dengan berbagai cara. Kreativitas dalam mengolah ikan menjadi salah satu faktor yang dapat membantu membangun kebiasaan konsumsi ikan di tingkat keluarga.
Kementerian Kelautan dan Perikanan juga mencatat bahwa kampanye Gemarikan mencakup edukasi masyarakat mengenai kandungan gizi dan manfaat ikan, peningkatan minat konsumsi, serta promosi produk perikanan sebagai sumber pangan bergizi dan protein.
Dengan demikian, kegiatan di Sampang memperlihatkan bagaimana edukasi dapat dikembangkan menjadi aktivitas yang lebih konkret. Masyarakat tidak hanya mendengar mengenai pentingnya ikan, tetapi juga melihat proses pengolahannya secara langsung.
Bagi keluarga, pendekatan tersebut dapat menjadi inspirasi untuk menghadirkan menu ikan secara lebih rutin dengan variasi pengolahan yang beragam.
Salah satu bagian yang menarik perhatian dalam kegiatan tersebut adalah demo memasak yang dipandu Chef Ruli Cahyadi.
Kehadiran chef memberikan dimensi berbeda dalam kampanye konsumsi ikan. Dunia kuliner memiliki kemampuan untuk mengubah bahan pangan yang sehari-hari ditemui masyarakat menjadi hidangan yang lebih menarik secara visual maupun rasa.
Melalui demo masak, masyarakat dapat memperoleh gambaran bahwa ikan tidak harus selalu diolah dengan cara yang sama. Berbagai teknik memasak dan penyajian dapat dikembangkan sesuai dengan karakter bahan serta kebutuhan keluarga.
Pendekatan tersebut juga membuka ruang bagi masyarakat untuk melihat ikan bukan hanya sebagai komoditas hasil laut, tetapi sebagai bahan pangan yang memiliki potensi untuk dikembangkan menjadi berbagai jenis hidangan.
Dalam konteks daerah seperti Sampang yang memiliki kedekatan geografis dan sosial dengan sektor kelautan dan perikanan, kampanye konsumsi ikan juga memiliki keterkaitan dengan penguatan ekosistem ekonomi lokal.
Semakin beragam kebutuhan dan kreativitas dalam mengolah ikan, semakin terbuka pula ruang bagi pelaku usaha di sektor perikanan, pengolahan pangan, kuliner, hingga produk pendukung lainnya untuk berkembang.
Di tengah kegiatan tersebut, keterlibatan CV Media Utama Group menjadi bagian dari kolaborasi antara kampanye konsumsi ikan dengan keberadaan produk pangan lokal.
CV Media Utama Group merupakan perusahaan yang bergerak di bidang produksi dan pengolahan garam dengan fasilitas pabrik yang berlokasi di Dusun Gubbu Barat, Desa Ragung, Kecamatan Pangarengan, Kabupaten Sampang, Madura.
Melalui Garam Konsumsi Beryodium Cap Garam Makan, perusahaan memperkenalkan produk garam konsumsi yang diproduksi di Madura.
Kehadiran produk tersebut dalam kegiatan Gemarikan memperlihatkan bahwa kampanye konsumsi pangan juga dapat melibatkan berbagai unsur industri pangan lokal yang berada di sekitar masyarakat.
Dalam aktivitas memasak, garam merupakan salah satu bahan yang umum digunakan untuk memberikan cita rasa pada makanan. Karena itu, penggunaan garam konsumsi menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari aktivitas pengolahan makanan di rumah tangga maupun dalam kegiatan kuliner.
Namun demikian, penggunaan garam tetap perlu memperhatikan prinsip konsumsi yang bijak dan sesuai kebutuhan. Keterlibatan produk lokal dalam kegiatan edukasi juga dapat menjadi sarana untuk memperkenalkan kepada masyarakat berbagai produk pangan yang diproduksi oleh pelaku usaha daerah.
CV Media Utama Group, keterlibatan dalam kegiatan Gemarikan juga menjadi bagian dari upaya memperkenalkan produk lokal Madura kepada masyarakat.
Produk Garam Konsumsi Beryodium Cap Garam Makan hadir dalam kegiatan tersebut bersama dengan pesan yang lebih luas mengenai pentingnya pengolahan pangan secara baik.
Menurut perwakilan CV Media Utama Group Mohammad Ishak, keterlibatan perusahaan dalam kegiatan masyarakat seperti Gemarikan merupakan bentuk dukungan terhadap kegiatan yang memberikan edukasi mengenai pangan sekaligus mempertemukan masyarakat dengan produk-produk lokal.
Kegiatan seperti ini dinilai memiliki nilai penting karena memperlihatkan bahwa pengembangan pangan daerah tidak berdiri sendiri. Ada hubungan antara hasil perikanan, pengolahan makanan, kebutuhan bahan pangan pendukung, pelaku usaha, serta konsumen.
Dengan berada di Kabupaten Sampang, CV Media Utama Group juga membawa identitas produksi lokal Madura melalui produk garam yang diolah perusahaan.
Hal tersebut menjadi bagian dari gambaran lebih besar mengenai potensi industri pangan di Madura yang tidak hanya bergantung pada bahan baku, tetapi juga pada kemampuan pelaku usaha lokal dalam menghasilkan produk yang dapat digunakan masyarakat.
Kegiatan Gemarikan di Sampang juga menjadi momentum untuk memperkuat komunikasi antara pemerintah daerah dan masyarakat mengenai konsumsi ikan.
FAJAR SIDIQ, S.STP., M.Si., Plt. Dinas Perikanan Kabupaten Sampang, menjadi bagian penting dalam pelaksanaan agenda yang membawa pesan mengenai pentingnya meningkatkan kebiasaan konsumsi ikan di masyarakat.
Melalui kegiatan sosialisasi, pemerintah daerah dapat menyampaikan informasi secara langsung kepada masyarakat sekaligus membuka ruang interaksi mengenai pola konsumsi, pengolahan ikan, dan potensi pengembangan produk perikanan.
Gemarikan sendiri telah menjadi program yang dikembangkan secara nasional untuk meningkatkan konsumsi ikan masyarakat. KKP menyebutkan bahwa gerakan tersebut membutuhkan keterlibatan berbagai unsur, termasuk pemerintah daerah, pelaku usaha, perguruan tinggi, organisasi masyarakat, dan kalangan profesional.
Karena itu, keterlibatan berbagai pihak dalam kegiatan di Sampang menjadi bagian dari pendekatan kolaboratif yang dapat memperkuat pesan Gemarikan di tingkat masyarakat.
Kegiatan di kompleks Makam Ratoh Ebuh tersebut memperlihatkan bahwa kampanye makan ikan dapat dikembangkan melalui berbagai pendekatan.
Ada unsur edukasi yang disampaikan pemerintah, ada unsur praktik melalui demo masak bersama Chef Ruli Cahyadi, serta ada keterlibatan pelaku usaha lokal seperti CV Media Utama Group.
Ketiga unsur tersebut dapat saling melengkapi.
Edukasi memberikan pemahaman kepada masyarakat. Demo masak memberikan contoh nyata mengenai pengolahan ikan. Sementara kehadiran pelaku usaha lokal memperlihatkan bagaimana ekosistem pangan dapat melibatkan produk-produk yang berasal dari daerah sendiri.
Bagi Sampang dan Madura secara umum, pendekatan tersebut memiliki arti penting karena sektor pangan memiliki keterkaitan erat dengan aktivitas ekonomi masyarakat.
Pengembangan konsumsi ikan bukan hanya mengenai meningkatkan frekuensi makan ikan, tetapi juga dapat menjadi bagian dari upaya memperkuat rantai ekonomi sektor kelautan dan perikanan, mulai dari nelayan dan pembudidaya, pelaku pengolahan, pedagang, usaha kuliner, hingga industri pendukung.
KKP juga menempatkan Gemarikan sebagai salah satu sarana untuk meningkatkan konsumsi ikan sekaligus memperkuat pasar domestik produk perikanan Indonesia.
Pesan yang dibangun melalui kegiatan Gemarikan pada akhirnya kembali kepada keluarga.
Konsumsi ikan dapat dimulai dari kebiasaan sederhana di rumah. Masyarakat dapat memilih ikan yang sesuai, mengolahnya dengan cara yang beragam, serta menghadirkannya sebagai bagian dari menu keluarga.
KKP pada September 2026 juga mengingatkan bahwa membiasakan konsumsi ikan di keluarga dapat dimulai dari langkah sederhana, termasuk memilih ikan yang segar dan berkualitas, menyimpan dengan baik, memanfaatkan berbagai pilihan produk ikan, serta mengeksplorasi resep sesuai selera keluarga.
Pesan tersebut menunjukkan bahwa membangun budaya makan ikan membutuhkan proses yang berkelanjutan. Masyarakat perlu mendapatkan informasi sekaligus contoh yang mudah diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
Di sinilah kegiatan seperti sosialisasi dan demo masak memiliki peranan strategis. Informasi yang disampaikan dapat langsung diterjemahkan menjadi pengalaman kuliner yang nyata.
Pelaksanaan Gemarikan pada 22 September 2026 di kawasan Jalan Mangkubumi, Kelurahan Polagan, Kecamatan Sampang, Kabupaten Sampang, menjadi salah satu ruang pertemuan antara edukasi, kuliner, pemerintah daerah, dan pelaku usaha lokal.
Kegiatan tersebut tidak hanya menghadirkan pesan mengenai pentingnya konsumsi ikan, tetapi juga menunjukkan bahwa kampanye pangan dapat dilakukan melalui pendekatan yang dekat dengan masyarakat.
Kehadiran Chef Ruli Cahyadi memberikan sentuhan praktis melalui demo memasak. Sementara keterlibatan CV Media Utama Group melalui produk Garam Konsumsi Beryodium Cap Garam Makan membawa identitas produk pangan yang diproduksi di Madura.
Di sisi lain, Dinas Perikanan Kabupaten Sampang melalui kegiatan tersebut menunjukkan peran pemerintah daerah dalam membangun kesadaran masyarakat terhadap konsumsi ikan dan potensi sektor kelautan serta perikanan.
Bagi masyarakat Sampang, pesan yang dibawa kegiatan ini sederhana namun memiliki cakupan luas: ikan dapat menjadi bagian dari pola konsumsi keluarga, sementara produk pangan lokal dapat terus mendapatkan ruang untuk dikenal dan digunakan masyarakat.
Pada akhirnya, gerakan makan ikan bukan hanya tentang satu kegiatan atau satu kali sosialisasi. Gemarikan merupakan proses membangun kebiasaan. Ketika edukasi, kreativitas kuliner, pemerintah daerah, dan pelaku usaha dapat bergerak bersama, pesan tersebut berpeluang semakin dekat dengan kehidupan sehari-hari masyarakat.